February 24, 2026
Bayangkan kendaraan Anda sebagai pernapasan yang bekerja keras, dengan Diesel Particulate Filter (DPF) berfungsi sebagai paru-parunya untuk menyaring zat berbahaya dari gas buang. Namun, apa yang terjadi ketika "paru-paru" ini tersumbat? Kinerja mesin menurun, konsumsi bahan bakar meningkat, dan kerusakan mesin yang katastropik dapat terjadi. Penyebab masalah ini seringkali adalah sensor tekanan diferensial DPF—komponen kecil namun vital.
Seiring dengan semakin ketatnya peraturan lingkungan, mesin diesel tidak hanya mengandalkan katup EGR untuk mengurangi emisi nitrogen oksida (NOx) tetapi juga DPF untuk menyaring jelaga dari gas buang. Biasanya dipasang di awal sistem pembuangan, desain dinding aliran unik DPF dapat menangkap hingga 85% jelaga yang dikeluarkan mesin, dengan beberapa sistem mencapai efisiensi filtrasi 100%. Pada dasarnya, ini bertindak sebagai filter presisi yang menjebak partikel asap hitam yang dihasilkan selama pembakaran diesel.
Untuk mencegah penyumbatan DPF, mesin secara berkala menjalani proses "regenerasi"—mirip dengan siklus pembersihan suhu tinggi. Sistem menyuntikkan bahan bakar tambahan ke dalam gas buang untuk menaikkan suhu DPF hingga 600°C (1112°F), membakar jelaga yang terakumulasi menjadi abu dan memulihkan kapasitas filtrasi. Sensor tekanan diferensial DPF memainkan peran penting dalam proses ini.
Biasanya dipasang di ruang mesin untuk menghindari paparan panas, sensor tekanan diferensial DPF terhubung ke Unit Kontrol Mesin (ECU) melalui konektor listrik dan ke DPF melalui dua selang silikon—satu di hulu (sebelum DPF) dan satu di hilir (setelah DPF).
Dengan mengukur perbedaan tekanan gas buang di seluruh DPF, sensor memperkirakan tingkat jelaga yang terakumulasi. Ketika jelaga mencapai ambang batas, sensor memberi sinyal kepada ECU untuk memulai regenerasi. Pada dasarnya, sensor ini berfungsi sebagai monitor kesehatan DPF, memberi peringatan ketika pembersihan diperlukan.
Seperti semua sensor elektronik, sensor tekanan DPF dapat gagal karena:
DPF yang rusak menciptakan tekanan balik gas buang, memaksa jelaga masuk ke ruang bakar di mana ia bercampur dengan oli mesin. Campuran abrasif ini mempercepat keausan bantalan. Selama regenerasi yang gagal, bahan bakar yang tidak terbakar mengikis lapisan oli pelindung dari komponen mesin, berpotensi menyebabkan kegagalan katastropik.
DPF yang tersumbat penuh memerlukan pembersihan profesional atau penggantian—menelan biaya ribuan dolar—jauh melebihi biaya diagnosis dan penggantian sensor dini.
Periksa kode masalah diagnostik berikut ketika lampu check engine menyala:
Mulai pemecahan masalah dengan inspeksi visual untuk kabel yang rusak atau selang yang tersumbat. Jika komponen fisik tampak utuh, uji sensor menggunakan multimeter dan pengukur tekanan sesuai spesifikasi pabrikan.
Sensor tekanan diferensial DPF sangat penting untuk sistem kontrol emisi diesel. Inspeksi dan perawatan rutin dapat mencegah penyumbatan DPF, kerusakan mesin, dan perbaikan yang mahal. Jangan pernah mengabaikan lampu peringatan—diagnosis tepat waktu menjaga kinerja dan umur kendaraan.